Pandemi Covid-19 membuat semua sektor dalam kehidupan tidak berjalan normal seperti biasanya, terutama dalam bidang keekonomian. Banyak dari pengusaha menengah hingga kebawah terancam penghasilannya, seperti pedagang kaki lima dan semacamnya juga mengalami hal serupa. Selain itu ada juga pemberlakukan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) dan penerapan Work From Home (WFH) untuk karyawan baik swasta maupun pemerintah sendiri. Disektor pendidikan juga terdampak, kegiatan belajar mengajar di kelas secara nasional diliburkan dan diganti dengan sekolah berbasis daring atau online hingga tahun ajaran depan. Semua kebijakan ini dilakukan untuk mencegah keramaian atau berkumpulnya masyarakat berskala besar dalam satu lingkup tempat. Akibatnya perekonomian melemah karena daya beli konsumen yang juga merenddah.

 Namun seiring berjalannya waktu, pemerintah memberikan sedikit kelonggaran dengan menerapkan protokol kesehatan dan Rapid Tast secara besar-besaran. Tujuan yang paling utama adalah tempat yang sering didatangi oleh masyarakat. Seperti pasar trdasional maupun modern, tempat wisata, hingga tempat ibadah. Keseluruhan hal tersebut agar bisa mengembalikan ekonomi masyarakat akibat dampak Covid-19 yang masih berkelanjutan. Akan tetapi kebijakan tersebut masih dalam tahap permulaan dan masih belum sepenuhnya normal. Dikarenakan banyak juga dari korban yang berjatuhan dan masih meningkat akibat wabah ini. Presiden jokowi juga sering mengingatkan dibeberapa media agar tidak menghiraukan semua anjuran-anjuran yang disosialisasikan. Aggaran dari pemerintah sendiri juga tidak terbilang kecil untuk menormalkan perekonomian dan kesejahteraan bangsa ini.

Sehubungan itu, dewasa ini banyak sekali sebagian orang tidak memahami kisah sejarah peradaban dari pendahulunya untuk menangani sebuah permasalahan yang terjadi saat ini. Banyak kisah-kisah tentang utusan Allah tersebut yang sering ditemui dalam media pembelajaran madrasah ataupun diniyah, namun hanya sedikit pemahaman kemampuan beliau dalam menangani sebuah krisis pada masa itu. Sehingga tidak kurang juga hanya digunakan sebagai dongen anak-anak kecil sebagai suri tauladan dimasa dewasa kelak nanti. Seyogyanya sebagai seorang pemeluk agama Islam, dan disamping itu untuk menambah kepercayaan diri dalam menghadapi sebuah permasalahan, pemahaman-pemahaman tersebut digunakan agar pertimbangan disetiap pemilihan cara atau metode. Sehingga bisa mencapai keredhaan Allah semata-mata dan mempertebal keimanan serta kedekatan dengannya.

Signifikan Kisah Nabi Yusuf a.s. Sebagai Model dalam Menangani Masalah

Ekonomi Negara

Analisa kisah Nabi Yusuf ini bermula ketika baginda menjadi pengurus dan memprediksi ekonomi negara dalam menghadapi permasalahan akibat kemarau panjang. Bermodal keilmuwan yang mahir dan kemampuan dalam prediksi, serta perencang sekaligus pelaksana handal, beliau bisa menangani krisis tersebut. Sehingga ketika raja bermimpi tentang tujuh ekor lembu dimakan oleh tujuh ekor lembu kurus, dan tujuh tangkai biji-bijian yang hijau dan tujuh lagi yang kering, utusan Allah ini menafsiri sebagai mimpi yang kacau atau adghatu aahlam. Namun disisi lain banyak dari jajaran pengurus kerajaan juga tidak menjelaskan arti dari pertanda tersebut.

Situasi tersebut membuat raja menjadi khawatir dan tidak tenang, hingga dia diberitahu tentang keahlian Nabi Yusuf dalam menafsirkan mimpi. Permintaan raja untuk membebaskan beliau tanpa syarat agar bisa memahami sebuah pertanda yang membuatnya sulit tidur tersebut terkabulkan. Awalnya Nabi Yusuf tidak menginginkan hal tersebut, karena memang keluar dari penjara bermodal kemampuan tidaklah adil dalam hal hukum, semua perkara itu dikisahkan di Al-Qur’an surat Yusuf ayat 43 sampai 49.

 

Nilai-nilai Unggul dalam Amalan Pengurusan Ekonomi yang dipraktikkan bagi

Mengatasi Krisis Kegawatan Ekonomi

Setelah memp[elajari nilai-nilai dan tindakan yang telah dilaksanakan oleh Nabi Yusuf a.s, beberapa prinsip akan disebutkan untuk dijadikan panduan ataupun rujukan dalam menjalani kegiatan ekonomi lebih-lebih lagi sewaktu menangani krisis saat ini. Prinsip-prinsip tersebut adalah seperti berikut: I. Ketaqwaan (At-Taqwa), II. Keadilan dan Ihsan (al-Adl wal Ihsan), III. Kebertanggungjawaban (Mas’uliyyah), IV. Kecekapan (Kifaah).

I.             Ketaqwaan (At-Taqwa)

Ketaqwaan merupakan hal terpenting dan berpengaruh bagi seseorang pengurus terlebih lagi dalam bidang ekonomi dan jajarannya. Ketaqwaan jika dikaji dalam makna kata yang sesungguhnya akan membawa seseorang itu ke arah kesucian hati dan kebersihan rohani. Kesucian hati akan menghasilkan akhlak yang khasanah seperti amanah, keikhlasan, kejujuran dan sebagainya. Pengimplementasian kebersihan rohani juga meliputi pembudayaan sikap positif seperti berdisiplin, bersih, rajin dan keperibadian yang tinggi. Prinsip taqwa yang perlu dipegang oleh kepengurusan sebuah perkumpulan dalam menghadapi krisis ekonomi tidak boleh dianggap sebelah mata, kerana hal itu diwaktu yang sama sangat mempengaruhi elemen kepercayaan. Tidak akan ada pemulihan ekonomi tanpa pemulihan kepercayaan dengan menampilkan orang-orang yang bersih dari kecacatan moral, kemunafikkan dan sebagainya. Oleh kerana itulah hikmah Allah memberikan kisah Nabi Yusuf a.s. yang mempunyai akhlak dan ketaqwaan yang tinggi serta kebijaksanaan sebagai suri tauladan dalam mengatasi bencana yang melanda.

II.            Keadilan dan Ihsan (al-Adl wal Ihsan) 

Prinsip al-Adl wal Ihsan menekankan bahwa sistem ekonomi dan kepengurusannya harus berusaha ke arah pencapaian keadilan ekonomi dan kerjasama. Pengkajian dan penghayatan semangat keadilan dalam penyelenggaraan setiap keberlangsungan ekonomi merupakan harapan dari keutuhan sistem ekonomi bernegara, terlebih kerjasama bisa mewujudkan kestabilan dan kelancaran perjalanan ekonomi. Sehingga untuk mencegah persainan tidak sehat konsep at-ta’awun dapat diterapkan. Secara garis besar maksudnya adalah suatu masyarakat yang adil dengan segala kemaslahatan buah dari kerjasamanya, sekira-kiranya bisa memberikan suasana aman, sejahtera, dan persaudaraan menjadi subur serta kehidupan bertambah makmur. 

III.          Kebertanggungjawaban (Mas’uliyyah) 

Prinsip ini diutamakan kepada pengurus dalam segala tindakan dan strategi yang diambil untuk memakmurkan ekonomi. Justru, penekanannya akan menjauhkan segala bentuk sumber dan sikap rakus dan berlebih-lebihan terhadap alam sekitar ataupun sektor produksi. Tugas pembangunan yang difokusi kepada mereka merupakan bentuk upaya untuk membawa kesejahteraan manusia secara holistik, dan memberi manfaat kepada umum, serta menerapkan sifat kesederhanaan.

 

Langkah-langkah awal dalam menyusun startegi guna mengembalikan perekonomian disektor menengah hingga kebawah

            Dalam menyusun sebuah startegi tentu diperlukan beberapa penelitian guna menunjang perencanaan yang efektif. Terdapat tiga seseorang terpelajar yang sudah meneliti didaerah Sumbawa meneliti bagaimana langkah tepat untuk mengembalikan perekenomian, tertutama disektor menengah hingga kebawah. Mereka mengajukan beberapa pertanyaan dalam wawancara penelitian tersebut yang didasari oleh teori Henry Mintzberg. hasil adaptasi kerangka kerja pada lima konsep pertanyaan sebagai strategi 5 Ps (position, plan, perspective, project, dan prepare) yaitu meliputi: 

1.    Posisi apa yang ingin diraih oleh pelaku usaha selama dan setelah pandemi? 

2.    Apa rencana anda sebagai pelaku usaha untuk bangkit kembali? 

3.    Apakah budaya dan identitas usaha anda akan Berubah? 

4.    Apa proyek baru yang akan anda luncurkan? 

5.    Seberapa siap anda menjalankan rencana dan proyek tersebut?

Bermodal Jumlah responden sebanyak 27 orang (Tiga orang dari Program Studi Keuangan dan Perbankan Semester Empat dan 24 orang Semester Dua dan Enam orang pada Program Studi Manajemen) pertanyaan-pertanyaaan diatas menghasilkan kesimpulan relevan dari permasalahan yang diangkat. Responden tersebut berasal dari orang tua mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Manajemen Universitas Samawa yang berprofesi hanya sebagai pelaku bisnis di sektor perdagangan Kabupaten Sumbawa.  Menggunakan analisis deskriptif kualitatif yaitu teknik penelitian dengan menggambarkan dan menjelaskan data-data yang telah dikumpulkan serta memperhatikan serta merekam sebanyak mungkin aspek yang diteliti sehingga mendapatkan gambaran secara menyeluruh tentang kondisi yang sebenarnya (Creswell, 2016). Penjelasan dari stertegi perumusan startegi ini dapat dirangkum melalui deksripsi dibawah ini :

1.    Strategi position

Posisi pelaku bisnis menengah hinggah kebawah setelah pandemic harus melakukan pengembangan strategi pemasaran yang tepat agar bisa mencapai target penjualan maupun produktivitas yang lebih baik. Perencanaan dan pengembangan produk usaha dengan harga yang terjangkau harus menarik minat konsumen. Penentuan saluran distrubusi produk yang tepat sebagai sarana mengungguli pesaing. Kegiatan promosi dengan memanfaatkan teknologi menjadi kreativitas dan inovasi mereka (Müller, 2018).

2.    Strategi plan

Rencana selanjutnya adalah dengan memfokuskan pada sumber daya yang selalu tersedia dengan cepat dan tepat, sistem informasi dan komunikasi yang baik dengan pelanggan, fasilitas yang tersedia dalam memanfaatkan teknologi, dan akses serta layanan terhadap pelanggan atau konsumen menjadi fokus utama dalam perencanaan atau perancangan bisnis ke depan.

3.    Strategi perspektif,

Pandangan dalam berfikir pelaku bisnis dari segi identitas dan budaya organisasi berpengaruh terhadap kinerja usaha. Upaya identitas yang tinggi dari pelaku bisnis maupun konsumen akan meningkatkan kinerja usaha dan bertanggung jawab terhadap keberhasilan maju mundurnya usaha yang dijalankan. Upaya untuk budaya organisasi bisnis harus memiliki misi, keterlibatan dan konsistensi dalam menjalankan usahanya. Pelaku bisnis melihat pandemi Covid-19 sebagai sebuah tantangan sekaligus peluang dalam mengembangkan usahanya. Banyak hal baru yang mereka dapatkan selama masa pandemic ini berlangsung, pengetahuan mengenai prilaku konsumen dalam menghadapi pandemic serta perilaku bisnis dalam merespon pandemic ini. 

4.    Strategi project

Pelaku bisnis memulai aktifitas bisnis baru sebagai strategi untuk merespon pandemic Covid-19 dengan berbagai cara. Misalnya, strategi penjualan antar sampai alamat tujuan konsumen, melakukan diversifikasi produk untuk mempertahakan bisnisnya, dan lain-lain sesuai dari daya kreatifitas yang dimiliki. Selain itu pelaku bisnis juga melakukan inovasi pada kemasan produk untuk membuat produk lebih tahan lama dan melakukan inovasi proses untuk membngutakan support system sebagai upaya untuk mencapai keunggulan bisnis.

5.    Strategi prepare

Pada dasarnya pelaku bisnis dari kelas menengah hingga kebawah belum memiliki kesiapan menghadapi pandemi Covid-19. Pelaku bisnis dituntut untuk mempunyai daya serap yang tinggi dalam hal informasi sebanyak-banyaknya tentang pandemi Covid-19 baik tentang perilaku konsumen, perilaku usaha maupun kebijakan pemerintah sehingga mereka bisa mempersiapkan dirinya untuk melanjutkan usaha. Karena dalam proses manajemen pengetahuan dapat memberikan wawasan kepada pengusaha untuk membantu mereka mengidentifikasi dan mengembangkan strategi yang efektif untuk meningkatkan kinerja mereka secara keseluruhan.

Hal-hal tersebut merupakan beberapa prinsip dan startegi yang mungkin bisa berperngaruh dalam upaya mengembalikan perekonomian sektor menengah hingga kebawah. Sebisa mungkin juga memperbaiki cara pandang dari pandemi ini agar tidak selalu berburuk sangka kepada sang pencipta. Karena pandemi yang berpengaruh hampir seluruh sektor adalah ujian dari Allah agar hamba-hambanya semakin kuat dalam menghadapi semua permasalahan yang ada di dunia ini. Berusaha semaksimal mungkin dan tidak akan pernah tidak yakin dari semua yang direncanakan kuasa ialah kunci agar kemaslahatan atau kehidupan normal terwujud.

 

 

Abdur Rahim, Hisyam Mohd, Jaes B.L. 2009. Pinsip Pengurusan Unggul dalam Menangani Masalah Ekonomi : Satu Analisa daripada Kisah Nabi Yusuf. In : Seminar Wahyu Asas Tamadun (SWAT’ 09).

Fitriyani Ika, Sudiyarti Nining, Fietroh M. Nur. 2020. Startegi Manajemen Bisnis Pasca Pandemi COVID-19. Indonesian Journal of Social Sciences and Humanities, Vol. 1 No. 2, Hal : 87-95.