Bicara mengenai Pancasila, sudah pasti banyak yang mengenal, menghafal, hingga semoga mengamalkannya. Seperti yang kita ketahui, Pancasila adalah suatu hal yang begitu erat dan bahkan tidak bisa dipisahkan lagi dengan Indonesia. Bisa jadi tanpa Pancasila, tak akan pernah ada Indonesia pula.

Pancasila bukanlah sekedar himpunan kalimat untuk menjadi formalitas berdirinya suatu negara, bukan pula permainan kata para pujangga yang merayu kekasihnya. Tapi, Pancasila adalah dasar yang menghimpun seluruh kekuatan rakyat Indonesia untuk terus bersatu menggenggam kemerdekaan di tangan mereka masing-masing. 

Lima sila yang berada di dada garuda, bersama mencengkram semboyan Bhinneka Tunggal Ika. Namun, lambat laun Pancasila hanya seperti simbol yang dipajang di atas papan tulis sekolah. Kemana kah perginya sang garuda yang membawa Lima Sila di dadanya? Jawabannya adalah tidak kemana-mana. Pancasila tetap ada, dan garuda bukanlah simbol belaka. Ia bisa hidup jika kita berkenan menghidupkannya, dan akan tidur jika tak ada yang memperdulikannya.

Selama Pancasila tetap menjadi dasar negara, semoga Indonesia tetap berdiri dan berjaya. Majapahit berhasil menjadi kemaharajaan raya dan berjaya dalam kisaran setengah sampai satu abad sejak berdiri menjadi kerajaan, Indonesia masih seperti pemuda yang berusaha menemukan jati dirinya.

Jika rumah harus memiliki pondasi untuk bisa berdiri kokoh, Indonesia juga memiliki Pancasila yang menjadi pondasi utama dalam hidup bernegara.

Sayup-sayup terdengar seseorang membacakan Pancasila dengan khidmatnya Pancasila, Satu-Ketuhanan yang maha esa, Dua-Kemanusiaan yang adil dan beradab, Tiga-Persatuan Indonesia, Empat-Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan, Lima-Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Indonesia hidup dengan berbagai agama, diisi dengan masyarakat yang adil dan beradab, bersatu padu mengisi dan menjaga kemerderdekaan, memiliki rakyat dan wakil rakyat yang bijaksana, hidup rukun mewujudkan lingkungan sosial yang menjunjung keadilan.

Mari bersama-sama percaya, berdoa, dan terus berusaha untuk Indonesia yang mencerminkan ideologinya, Pancasila.